Mencabut Perda Anti-Miras


Oleh: Ust. Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, para sahabatnya, dan umatnya yang berpegangteguh dengan sunnah-sunnahnya hingga akhir zaman.
Keharaman khamer (minuman keras/minuman memabukkan) perkara yang sangat jelas dalam syariat Islam. Tak boleh seorang muslim jahil terhadapnya, bahwa ia termasuk dosa besar. Allah sendiri yang telah mengharamkan khamer dalam Kitab-Nya dengan menyebutkan hikmah dalam pengharaman ini. Bahwa meminum-minuman keras termasuk perbuatan buruk yang berasal dari syetan. Darinya, syetan berkehendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di tengah-tengah kaum muslimin. Melalui khamer juga, syetan menjadikannya sebagai sarana menghalangi mereka dari zikrullah dan shalat. Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ  إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka Apakah kalian mau berhenti." (QS. Al-Maidah: 90-91)
Bagi orang berakal sehat dan cerdas pasti bisa memahami dengan baik persoalan ini. Karena orang yang berakal setelah memperhatikan dan melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh minuman memabukkan pasti akan setuju dilarangnya Minuman Keras (miras). Ia menjauhinya untuk keselamatan dirinya dan melarang orang lain agar tidak menimbulkan akibat negative kepada sekitarnya. Sehingga ia tidak membutuhkan nasihat atau saran berlebih dan ancaman secara besar-besaran. Maka tepatlah Allah tutup ayat di atas dengan, "Maka Apakah kalian mau berhenti."
Diriwayatkan dari Utsman bin 'Affan secara marfu',
اجْتَنِبُوا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ
"Jauhilah minuman keras, karena ia merupakan induk segala keburukan." (HR. Nasai, Ibnu Hibban, Thabrani, dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah)
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Jauhilah minuman keras, karena ia kunci setiap keburukan." (Disebutkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2798, dan memiliki banyak jalur yang menguatkannya).
Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu berkata, "Ketika turun ayat yang mengharamkan minuman keras, para sahabat berjalan saling menemui satu dengan lainnya seraya mengingatkan, minuman keras telah diharamkan. Mereka menyamakan minum-minuman keras itu dengan perbuatan syirik." (Diriwayatkan Thabrani dalam Al-Kabir dengan perawi al-Shahih, seperti yang dikatakan al-Munziri)
Hadits-hadits lain yang mengharamkan khamer cukup banyak, di antaranya dalam bentuk laknat terhadap orang yang meminumnya. Bahkan kepada siapa saja yang punya andil di dalam pengadaannya.
Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Khamer itu telah dilaknat dzatnya, peminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang membawanya, orang yang minta untuk dibawakan, dan orang yang memakan harganya."
Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa meminum minuman keras di dunia, lalu mati dan belum bertaubat darinya, dia dalam kondisi tetap meminumnya, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat." (HR. Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan lainnya)
Imam Muslim meriwayatkan hadits dari sahabat Jabi Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah berjanji, bagi orang yang minum minuman memabukkan, Allah akan memberinya minum dari Thinatul Khabal." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dengan Thinatul Khabal?" Beliau menjawab, "keringat atau air perasan penghuni neraka."
Setelah memahami hukum miras, maka wajib kaum muslimin menjauhinya. Dan wajib juga bagi seorang muslim yang memegang urusan kaum muslimin menjauhkannya dari lingkungan mereka, menetapkan aturan yang keras terhadap orang yang meminumnya, produsennya, penjualnya, dan setiap yang memiliki hubungan dengan miras. Semua ini untuk menjaga dan merealiasikan kemashlahatan manusia.
Tapi berbeda kondisinya di Indonesia yang mayoritas kaum muslimin. Pemerintahnya, melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencabut sejumlah peraturan daerah (perda) yang melarang peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Sehingga peredaran miras mendapat legalitas dan angin segar. Terlebih alasan yang diungkapkan, bahwa dari miras tersebut menjadi salah satu pendapatan. Maka jelas dari sini, bahwa PEMERINTAH INDONESIA ADALAH PEMERINTAH TERLAKNAT. Karena mengambil andil utama terjadinya peredaran minuman keras, dijual bebas, dan dinikmati siapa saja. Sesungguhnya, "Khamer itu telah dilaknat dzatnya, peminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang membawanya, orang yang minta untuk dibawakan, dan orang yang memakan harganya." 

Sumber : (NayMa/Voa-islam.com) PurWD/voa-islam.com

Galau Stadium Akut !!

Galau, alias kacau balau, alias ribet plus riweh, adalah virus pikiran yang menjangkiti banyak remaja saat ini. Si sinyal galau itu, juga bisa datang tanpa diundang, en pergi nggak dianter, biasanya nggak jauh- jauh dari persoalan asmara. Sebab lain may be bisa juga karena tugas yang nggak selesai- selesai, atau masalah keluarga yang bikin pusing kepala, en sederet persoalan lainnya.
Next, Perasaan galau alias kacau ini biasanya mudah berkembang biak menjadi sebuah perilaku yang aneh dan malah bisa saja heboh. Dari mulai jadi bahan baku curhatan lewat status FB, sampe- sampe ada julukan khusus bagi para tersangkanya, yaitu ratu dan raja galau. Belum selesai ampe situ ajah, galau juga menjadi bahan bakar utama buat ngerasa bete tiap hari, ato marah- marah nggak jelas.
So, kalau kamu sekarang lagi galau, apa ya yang harusnya kudu kamu lakuin?
Cinta itu anugrah pren, maka dari itu jangan di tolak. Yang kya gitu manusiawi banget kok. Itu juga berarti nunjukin kalo kamu normal tau'. Jadi kudu banyak- banyak di syukurin malah.
Tapi anugrah itu seharusnya membahagiakan pren. Dan, kalau ternyata yang kamu alami sekarang, justru bukan sebuah kebahagiaan yang mendamaikan melainkan hanya luapan emosi atau malah jadi tambah ribetnya hidup kamu, maka kamu kudu curiga tentang definisi kamu tentang cinta atau rasa yang lagih kamu alamin itu. Kemungkinannya sih, biasanya hanya 2, kalo nggak cobaan, ya brarti nafsu. En inget loh, jangan aggap enteng keduanya, karena keduanya punya efek besar buat ngehancurin idup en masa depan kamu, kalo kamu nggak bisa ngehandlenya dengan baik. 
Kali emang bener ya kata orang- orang tua, kalo idup emang nggak melulu kudu mikir tentang cinta aja, ya walo idup nggak bakalan kerasa idup kalo nggak ada cinta. Tapi lihat deh, u r still young pren, masih banyak yang bisa kamu pikirin dan kamu lakuin ketimbang ngurusin soal hati plus kegalauan kamu yang tiada berujung, tapi udah pasti nambahin beban buat kamu. Asli deh, idup sekali aja jangan di buat ribet pren, nikmatin aja idup dengan ngelakuin hal- hal yang membesarkan dan mendamaikan kamu. So, kalo udah gitu bakal selesei tuh benang runyam ke galauan kamu, lengkap dengan segala pernak perniknya.
Cukuplah kesadaran atas 24 jam pengawasan yang dilakukan Allah atas kita itu, menjadi rem kita buat nerusin kegalauan karena yang dikepala cuman hanya urusan tuh manusia aja. Inget loh, Allah maha pencemburu, yang nggak mau kalo kita inget tentang siapapun itu makhluk yang melebihi kecintaan kita terhadap Allah.
Dikit- dikit berproseslah berhenti ngebuat slogan diri kalo "nggak galau, nggak gaul". Oke deh, emang galau nggak selalu berarti kacau, tapi minimal kalo orang udah galau, pasti walopun dikit bakal mampet tuh pikiran buat berpikir positif. Nah kalo udah gitu, gimana cerita kamu bisa bakal gaul en dame, ya nggak?.
Nggak usah pake nangis apalagi galau level akut tentang sesuatu yang udah terlanjur ancur, sante aja pren, idup InsyAllah bakal terus lanjut, dan itu berarti akan ada sesuatu lagi yang baru yang bakal datang ke idup kamu en menyenangkan kamu.
En buat kamu yang mengartikan galau sebagai kata lain dari nggak pernah selesainya masalah kamu, coba deh kita share sebentar. Pren, namanya orang idup pasti akan ada masalah. Di dunia ini cuman orang yang udah mati yang nggak punya masalah di kehidupan mereka. Lah namanya ajah udah mati. En masalah itu datang bukan semata- mata ngejebak kamu dalam luka yang tak berujung (Lebay!!) ataupun malah ngejatuhin kamu lebih dalam, tapi justru mendidik kamu buat belajar lebih dewasa dan bijak ngejalanin idup. Satu lagi, Allah nggak akan pernah ngasih cobaan buat hambanya yang diluar kemampuannya.
So, ubah pola pemikiran kamu tentang gimana cara memandang sebuah masalah, kalo kamu orang yang selalu berpikir positif, masalah kya apapun akan menyenangkan dan menawarkan tantangan buat kamu, walaupun ngelewatinnya kudu pke bdarah- darah. Emang dunia ini adalah indah bagi kamu selalu berpikir positif, karena terbukti bakalan jauh dari galau en hidup dalam aman sentosa. InsyaAllah.


Sumber (NayMa/Voa-islam.com)

Mengukur Panjang

"Mengukur Panjang"



Suatu ketika guru menghukum muridnya yang rang madura karena tidak mengerjakan PR. Murid tersebut disuruh mengukur tinggi tiang bendera di halaman sekolahnya. Kemudian murid tersebut naik ke puncak tiang sambil mem bawa alat pengukur

Murid : “tingginya 3,2meter pak”
Guru : “wah gimana si kamu. Kenapa kok naik ke atas tiang? Kan bisa tiangnya saja kamu tidurkan.. jadi lebih gampang. Ngapain kamu capek – capek naik keatas??””

Murid : “loh pak.. kan bapak tadi suruh saya ngukur tingginya tiang…”
Guru : laiya.. terus??
Murid : “ ya kalo tiangnya ditidurkan, itu namanya ngukur panjang nya pak.. bukan tingginya… gimana   bapak ini.. ta’iye pak??

 Reverensi :  Alapola Madura 

Lagu madura



ole-olang

Ngapote  waklajere e tanggale
reng majeng tantona la pade mole

Duh mon ajeling odikna oreng majengan
a bental ombak  sapok angin salanjenggah

ole olang paraona a lajere
ole olang a lajere ka madure
ole olang paraona a lajere
ole olang a lajere ka madure

Ngapote wak lajereh etangale
reng majeng benyak ongguh babajana
kabilang alako bandanya bana 

men tengguh dari abid pajelennah
maseh benyak ‘ah ongguh le ollenah...:)


Reverensi :  Alapola Madura

Pergi Ke Matahari


"Pergi Ke Matahari"

Pada suatu saat orang Madura mengadiri rapat yang membahas mengenai teknologi sedang memperbincangkan kemajuan teknologi yang sudah sangat canggih dan Indonesia sudah jah tertinggal…

Pemimpin Rapat : “bagaimana ini.. kita sudah jauh tertinggal dengan bangsa lain”
Suasana rapat sangat tegang dan tidak ada yang bisa menjawab.
Pemimpin rapat : “ orang Amerika sudah bisa kebulan…. Masa kita masih disini – sini saja…”

Kemudian orang madura menyeletuk,
orang madura : “ yasudah pak. Kita ke matahari saja..”
Pemimpin rapat : “ loh.. gimana caranya? Matahari kan panas….”
Orang madura : “ya gampang pak.. kita berangkatnya malam saja. Abis magrib. Jadi kan tidak nas-panas pak… ta’iye”
Pemimpin rapat : #$%@%#!!!!!

Reverensi :  Alapola Madura ;

Jankrik Rambo



"Jankrik Rambo"
Dahulu permainan adu jangkrik sangat digemari anak – anak. Seorang Madura penjual jangkrik dihampiri oleh anak yang ingin membeli jankgriknya.

Orang Madura : “ ri-mari dek.. jangkrik nya gus-bagus dek. Dijamin jagoan..”
Anak : “ masa sih bang.. saya mu ngadu ni soalnya.. jadi harus kuat jangkirknya”
Orang Madura : “looohh.. ini saya ambilin yang paling bat-hebat dek.. (sambil mengeluarkan jangkrik dalam botol..)”

Anak : “kliatannya nih jangkrik biasa ajah deh bang… loyo gini”
Orang Madura : Loh. In jangkrik RAMBO dek. Dijamin menang terus gak pernah kalah. Pokoknya tulang besi otot baja nih..
Anak : “ ya sudah saya beli 1 bang…”
Kemudian tidak lama si anak kembali ke penjual jangkrik dan mengeluh..
Anak : “Bang! Gimana ni kok kalah si…!!! Katanya jangkrik RAMBO.. RAMBO apaaan niih??
Orang Madura : loh iyah ini jangkrik RAMBO asli nih..
Anak : la ini buktinya sekali ngadu langsung kalaah….
Orang Madura : masa sih? Mana lawannya.. aku liat dulu..

Kemudian si anak mengantarkan ke lawannya yang mengalahkan jangkrik RAMBO tersebut. Kemudian orang Madura itu melihat..

Anak : “ni bang.. jangkrik gwa kalah sama jangkrik ini nih…!!!”
Orang Madura : “oooo.. pantes aja kalaah…”
Anak : kenapa bang..??
Orang Madura : “ la ini komandannya RAMBO....“
Anak : !@!%^$*#@$!!!!!


 Reverensi : Alapola Madura 



Pesawat Jurusan Jakarta


"Pesawat Jurusan Jakarta"

Suatu ketika seorang Madura hendak pergi ke Jakarta dengan Pesawat terbang. Dia mendapatkan nomor tempat duduk di nomor kesekian dari belakang. Tetapi dia menempati Kursi terdepan pesawat milik penumpang lain yang belum datang.

Orang Madura tersebut tetep maksa walaupun penumpang lain sudah datang. Sang pramugari kehabisan akal untuk membujuk bapak Madura tersebut untuk pindah ke tempat duduk ang sesuai dengan tiketnya.

Karena menurut logika orang madura tersebut yang datang duluan adalah yang berhak menempati tempat terdepan (seperti masuk masjid). Bapak Madura tetep kekeh mempertahankan nya. Akhirnya pramugari mengadu kepada sang Pilot

Pramugari : “ Pak… ini ada orang gak mau pindah ke tempat duduknya. Maunya duduk didepan.
Pilot : “ loh gimana si…”
Pramugari : iyah pak dia orang Madura tuh.. ”

Kemudian Pilot dengan entengnya berkata.. “ooh.. orang madura toh.. sini biar saya yang hadapi…” Sang Pilot pun keluar dari kokpitnya menemui orang Madura tersebut..

Pilot :” permisi bapak…”
Orang Madura : Iyya pak…”
Pilot : bapak naik pesawat ini tujuannya mau pergi kemana pak..?
Orang Madura : saya mau ke Jakarta pak..
Pilot : “ ooh.. yayaya… tapi kursi depan ini untuk tujuan ke Surabaya pak.. yang ke Jakarta duduknya dibelakang..”
Orang Madura : “oooh. Gitu yah pak.. yasudah saya duk - duduk dibelakang saja pak. Wong saya mau ke Jakarta kok.. permisi pak. Makasih
Pramugari : “heeeeeh…..”@#$%^&^%

Reverensi :  Alapola Madura 

Semangka Merah


"Semangka Merah"

Suatu hari di pasar seorang bapak hendak membeli semangka kepada seorang pedagang madura. Lalu si bapak bertanya :

Bapak : “ pak, semangkanya niimerah gak si?”
Pedagang Madura : “ Wah sudah pasti pak. Ini merah ni. Nis-manis sekali pak…!
Bapak : “ yasudah saya beli satu deh. Tapi pasti merah ya pak..
Pedagang Madura : “ iiiyya pak. Duh bappa’ inni ko ndak percaya sama sayya

Kemudian semangka itu di bawa bapak tersebut dengan sepeda motor. Celakanya sang bapak terjatuh dari motornya dan semangka itu pun  terbelah. Dan ternyata semangka itu berwarna putih. Bukan merah seperti yang dikatakan oleh Pedagang madura tadi.. dengan kesalnya si bapak kembali ke pasar menemui pedagang madura itu…

Bapak : “Pak.. gimana sih ni.. kok semangkanya warna putih?”
Pedagang Madura : “ masa sih pak? Loh kok bapak ju-bajunya kotor sekali pak?
Bapak : “ iya tadi saya jatuh dari motor dan semangkanya terbelah.. eh ternyata warnanya putih nih!!.. kamu bohong yah..?!!
Pedagang Madura : “bo abbo paak.. sampeyan aja pucet jatoh dari motor, apa lagi semangka…
Bapak : ??? @#%@%^&!!?

Reverensi :  Alapola Madura 

Cerita Menarik Tentang Pulau Madura



Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2, dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa, dan mempu nyai 4 kabupaten yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan  Kabupaten paling ujung timur pulaw madura yaitu Kabupaten Sumenep.
Suku Madura merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara ,serta sebagian Malang .
Disamping suku Jawa dan Sunda, orang Madura juga banyak yang bertransmigrasi ke wilayah lain terutama ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta ke Jakarta,Tanggerang,Depok,Bogor,Bekasi,dan sekitarnya, juga Negara Timur Tengah khususnya Saudi Arabia. Beberapa kota di Kalimantan seperti Sampit dan Sambas, pernah terjadi kerusuhan etnis yang melibatkan orang Madura. Orang Madura pada dasarnya adalah orang yang suka merantau karena keadaan wilayahnya yang tidak baik untuk bertani. Orang Madura senang berdagang, terutama besi tua dan barang-barang bekas lainnya. Selain itu banyak yang bekerja menjadi nelayan dan buruh,serta beberapa ada yang berhasil menjadi,Tekonokrat,Biokrat,Mentri atau Pangkat tinggi di dunia militer.
Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang temperamental dan mudah tersinggung, tetapi mereka juga dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja. Untuk naik haji, orang Madura sekalipun miskin pasti menyisihkan sedikit penghasilannya untuk simpanan naik haji. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan larung sesaji).
Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa angok pote tollang, atembang pote mata. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Sifat yang seperti ini melahirkan tradisi carok pada masyarakat Madura.

Sejarah

Auguste van Pers yang menggambarkan seorang pangeran dari Madura dan pelayannya di masa Hindia Belanda
Secara politis, Madura selama berabad-abad telah menjadi subordinat daerah kekuasaan yang berpusat di Jawa. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa timur seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit. Di antara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya. Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. Sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula-mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia-Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.[1]
Ekonomi
Secara keseluruhan, Madura termasuk salah satu daerah miskin di provinsi Jawa Timur[2]. Tidak seperti Pulau Jawa, tanah di Madura kurang cukup subur untuk dijadikan tempat pertanian. Kesempatan ekonomi lain yang terbatas telah mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Faktor-faktor ini telah mengakibatkan emigrasi jangka panjang dari Madura sehingga saat ini banyak masyarakat suku Madura tidak tinggal di Madura. Penduduk Madura termasuk peserta program transmigrasi terbanyak.
Pertanian subsisten (skala kecil untuk bertahan hidup) merupakan kegiatan ekonomi utama. Jagung dan singkong merupakan tanaman budi daya utama dalam pertanian subsisten di Madura, tersebar di banyak lahan kecil. Ternak sapi juga merupakan bagian penting ekonomi pertanian di pulau ini dan memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga petani selain penting untuk kegiatan karapan sapi. Perikanan skala kecil juga penting dalam ekonomi subsisten di sana.
Tanaman budi daya yang paling komersial di Madura ialah tembakau. Tanah di pulau ini membantu menjadikan Madura sebagai produsen penting tembakau dan cengkeh bagi industri kretek domestik. Sejak zaman kolonial Belanda, Madura juga telah menjadi penghasil dan pengekspor utama garam.
Bangkalan yang terletak di ujung barat Madura telah mengalami industrialisasi sejak tahun 1980-an. Daerah ini mudah dijangkau dari Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, dan dengan demikian berperan menjadi daerah suburban bagi para penglaju ke Surabaya, dan sebagai lokasi industri dan layanan yang diperlukan dekat dengan Surabaya. Jembatan Suramadu yang sudah beroperasi sejak 10 Juni 2009, diharapkan meningkatkan interaksi daerah Bangkalan dengan ekonomi regional.
Tokoh Madura
Tokoh Legenda
  • Adi Poday, Putera kedua Panembahan Blingi, bergelar Ario Palangjiwo tokoh legendaris yang suka bertapa dan melakukan perkawinan spiritual dengan Potre Koneng dan dkaruniai dua orang anak yaitu Jokotole dan Jokowedi
  • Potre Koneng, alias Dewi Saini cucu dari Pangeran Bukabu di Sumenep
  • Jokotole Anak pertama perkawinan Adipoday dan Potrekoneng yang ditemukan sedang disusui lembu putih di kandang sapi milik Mpu Kelleng yang akhirnya menjadi ayah angkatnya. Tempat dimana terdapat kandang sapi ini kelak menjadi nama Desa di daesah ini yaitu Desa Pekandangan.
  • Jokowedi
  • Mpu Kelleng, seorang pandai besi dari Desa Pekandangan Kecamatan Bluto Sumenep
  • Sakera :adalah seorang jagoan daerah, yang melawan perintah diktator Belanda di perkebunan tebu di daerah Bangil, yang akhirnya dihukum mati oleh Kolonial belanda.
  • Trunojoyo
  • Ke Lesap1
Tokoh Kerajaan
  • Pangeran Tengah 1592-1621. Saudara dari:
  • Pangeran Mas 1621-1624
  • Pangeran Praseno Pangéran Tjokro di Ningrat I 1624-1647. Anak dari Tengah and Ayah dari:
  • Pangeran Tjokro di Ningrat II 1647-1707, Panembahan 1705. Ayah dari:
  • Raden Temenggong Sosro di Ningrat Pangeran Tjokro di Ningrat III 1707-1718. Saudara dari:
  • Raden Temenggong Suro di Ningrat Pangeran Tjokro di Ningrat IV 1718-1736. Ayah dari:
  • Raden Adipati Sejo Adi Ningrat I Panembahan Tjokro di Ningrat V 1736-1769. Kakek dari:
  • Raden Adipati Sejo Adi Ningrat II Panembahan Adipati Tjokro di Ningrat VI 1769-1779
  • Panembahan Adipati Tjokro di Ningrat VII 1779-1815, Sultan Bangkalan 1808-1815. Anak dari Tjokro di Ningrat V dan Ayah dari:
  • Tjokro di Ningrat VIII, Sultan Bangkalan 1815-1847. Saudara dari:
  • Panembahan Tjokro di Ningrat IX, Sultan Bangkalan 1847-1862. Ayah dari:
  • Panembahan Tjokro di Ningrat X, Sultan Bangkalan 1862-1882.
  • Raden Aria Wiraraaja :adalah :Pendiri kerjaan Majapahit . http://id.wikipedia.org/wiki/Aria_Wiraraja
Referensi
1.      ^ Van Dijk, K., de Jonge, H. & Touwen-Bouwsma, E., Introduction, di dalam: van Dijk et al. (penyunting), Across Madura Strait: the dynamics of an insular society, Leiden: KITLV Press, 1995, hlm. 1-6.
2.      ^ Rachbini, D.J., Conditions and consequences of industrialization in Madura, di dalam: van Dijk et al. (penyunting), Across Madura Strait: the dynamics of an insular society, Leiden: KITLV Press, 1995, hlm. 209-220.
3.      http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura
4.   http://www.alapola.com/index.php?cmd=home 
5. http://www.alapola.com/index.php?cmd=home

Bottom 2

recen posts

Bottom 3